Play Video

💡 1. Apa itu Isolasi Mandiri (Isoman)?

Isolasi mandiri (isoman) adalah tindakan penting yang dilakukan oleh orang yang memiliki gejala COVID-19 dengan cara memisahkan (mengisolasi) diri dari orang lain untuk mencegah penularan ke orang lain di masyarakat, termasuk anggota keluarga.

Berikut adalah daftar orang yang wajib melakukan Isolasi Mandiri:

1️⃣ Orang terkonfirmasi Positif Covid-19 tanpa gejala

2️⃣ Orang terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa penyakit penyerta

3️⃣ Orang yang kontak dengan pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 (Kontak Erat)

1. Pasien Tanpa Gajala = 10 Hari setelah dinyatakan positif
2. Pasien Gejala Ringan = 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernafasan.

1. Melapor ke Puskesmas / Faskes Terdekat
2. Melengkapi kebutuhan obat dan vitamin.
3. Melengkapi alat kesehatan seperti: termometer & oximeter.
4. Catat nomor penting / kontak dokter untuk konsultasi.
5. Kabarkan keluarga & teman jika terdiagnosis positif Covid-19 dan harus menjalani isoman.

1. Tetap tinggal di rumah, kecuali untuk kepentingan medis
2. Gunakan kamar tidur terpisah
3. Buka jendela kamar agar sinar matahari dan udara masuk.
4. Tidak disarankan menggunakan AC
5. Pakai masker saat bertemu dengan keluarga atau orang lain di rumah.
6. Batasi pergerakan dan minimalkan berbagi ruangan / alat yang sama.
7. Berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
8. Olahraga Ringan secara rutin
9. Konsumsi makanan bergizi
10. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik
11. Lakukan etika batuk/bersin.

1. Batasi jumlah orang yang merawat pasien, idealnya orang sehat.
2. Gunakan Masker saat merawat
3. Gunakan sarung tangan dan masker bedah jika harus memberikan perawatan mulut atau saluran nafas dan ketika kontak dengan darah, tinja, air kencing atau cairan tubuh lainnya
4. Jangan gunakan masker atau sarung tangan yang telah terpakai.
5. Cuci tangan setiap ada kontak dengan pasien atau lingkungan pasien.
6. Bersihkan permukaan di sekitar pasien termasuk toilet dan kamar mandi secara teratur.
7. Cuci pakaian, seprai, handuk, masker kain pasien menggunakan sabun cuci rumah tangga dan air atau menggunakan mesin cuci dengan suhu air 60-900C dengan detergen dan keringkan.

Kondisi Darurat
Segera hubungi Faskes terdekat jika terjadi perburukan gejala untuk perawatan lebih lanjut.


1. Isolasi dapat dilakukan mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan Pemerintah.
2. Siapkan tas berisi kebutuhan darurat jika tiba-tiba harus pergi ke fasyankes terdekat, seperti: KTP, kartu BPJS, kartu berobat di fasyankes/RS langganan, baju ganti, peralatan lain seperti gadget, dll.

Kapan Pasien COVID-19 Dinyatakan Bebas Isoman?

Isolasi mandiri dilakukan selama ±10 hari atau hingga pasien memenuhi kriteria sembuh Covid-19. Namun, jika pada masa isoman muncul gejala, maka waktu isolasi perlu ditambah 10 hari lagi sejak hari pertama gejala muncul, bukan dihitung sejak pertama kali dikonfirmasi positif Covid-19.

Jika Isoman Sudah Selesai, Haruskah Tes PCR Ulang?

Kemenkes menyatakan bahwa tidak ada keharusan melakukan tes PCR ulang bagi pasien Covid-19 ringan-sedang yang telah menyelesaikan isoman.

Hanya dokter yang memiliki wewenang dan dapat memastikan status kesehatan pasien serta menentukan perlu tidaknya tes PCR ulang.

Versi desktop dalam perbaikan

Silahkan kunjungi melalui handphone anda

Informasi Isolasi Mandiri

Panduan dan informasi terkini seputar isolasi mandiri

Chatbot
Pesan WhatsApp Otomatis

Call Centre
Nomor Darurat

Batas untuk design desktop

Chatbot
Pesan WhatsApp Otomatis

Hotline Desac
Chat WA seputar COVID-19

Ikuti perkembangan terkini seputar Covid-19 dengan mengikuti kanal sosial media kami.

Angka Kejadian di Bali

Update Terakhir:

Apa yang Harus Dilakukan

Ketahui Risiko dari COVID-19

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus 2019. Meski bergejala mirip
dengan flu biasa, COVID-19 sampai saat ini memiliki fatalitas lebih tinggi. Virus ini juga menyebar
dengan sangat cepat karena bisa pindah dari orang ke orang bahkan sebelum orang tersebut
menunjukkan gejala.

Penting bagi Anda untuk menilai kondisi secara mandiri. Anda bergejala?

Konsultasi gratis gejala COVID-19 dengan dokter desa gratis.

Konsultasi psikologi bagi warga yang melakukan konsultan psikologi professional gratis

💡 1. Apa itu Isolasi Mandiri (Isoman)?

Isolasi mandiri (isoman) adalah tindakan penting yang dilakukan oleh orang yang memiliki gejala COVID-19 dengan cara memisahkan (mengisolasi) diri dari orang lain untuk mencegah penularan ke orang lain di masyarakat, termasuk anggota keluarga.

Berikut adalah daftar orang yang wajib melakukan Isolasi Mandiri:

1️⃣ Orang terkonfirmasi Positif Covid-19 tanpa gejala

2️⃣ Orang terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa penyakit penyerta

3️⃣ Orang yang kontak dengan pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 (Kontak Erat)

1. Pasien Tanpa Gajala = 10 Hari setelah dinyatakan positif
2. Pasien Gejala Ringan = 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernafasan.

1. Melapor ke Puskesmas / Faskes Terdekat
2. Melengkapi kebutuhan obat dan vitamin.
3. Melengkapi alat kesehatan seperti: termometer & oximeter.
4. Catat nomor penting / kontak dokter untuk konsultasi.
5. Kabarkan keluarga & teman jika terdiagnosis positif Covid-19 dan harus menjalani isoman.

1. Tetap tinggal di rumah, kecuali untuk kepentingan medis
2. Gunakan kamar tidur terpisah
3. Buka jendela kamar agar sinar matahari dan udara masuk.
4. Tidak disarankan menggunakan AC
5. Pakai masker saat bertemu dengan keluarga atau orang lain di rumah.
6. Batasi pergerakan dan minimalkan berbagi ruangan / alat yang sama.
7. Berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
8. Olahraga Ringan secara rutin
9. Konsumsi makanan bergizi
10. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik
11. Lakukan etika batuk/bersin.

1. Batasi jumlah orang yang merawat pasien, idealnya orang sehat.
2. Gunakan Masker saat merawat
3. Gunakan sarung tangan dan masker bedah jika harus memberikan perawatan mulut atau saluran nafas dan ketika kontak dengan darah, tinja, air kencing atau cairan tubuh lainnya
4. Jangan gunakan masker atau sarung tangan yang telah terpakai.
5. Cuci tangan setiap ada kontak dengan pasien atau lingkungan pasien.
6. Bersihkan permukaan di sekitar pasien termasuk toilet dan kamar mandi secara teratur.
7. Cuci pakaian, seprai, handuk, masker kain pasien menggunakan sabun cuci rumah tangga dan air atau menggunakan mesin cuci dengan suhu air 60-900C dengan detergen dan keringkan.

Kondisi Darurat
Segera hubungi Faskes terdekat jika terjadi perburukan gejala untuk perawatan lebih lanjut.


1. Isolasi dapat dilakukan mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan Pemerintah.
2. Siapkan tas berisi kebutuhan darurat jika tiba-tiba harus pergi ke fasyankes terdekat, seperti: KTP, kartu BPJS, kartu berobat di fasyankes/RS langganan, baju ganti, peralatan lain seperti gadget, dll.

Kapan Pasien COVID-19 Dinyatakan Bebas Isoman?

Isolasi mandiri dilakukan selama ±10 hari atau hingga pasien memenuhi kriteria sembuh Covid-19. Namun, jika pada masa isoman muncul gejala, maka waktu isolasi perlu ditambah 10 hari lagi sejak hari pertama gejala muncul, bukan dihitung sejak pertama kali dikonfirmasi positif Covid-19.

Jika Isoman Sudah Selesai, Haruskah Tes PCR Ulang?

Kemenkes menyatakan bahwa tidak ada keharusan melakukan tes PCR ulang bagi pasien Covid-19 ringan-sedang yang telah menyelesaikan isoman.

Hanya dokter yang memiliki wewenang dan dapat memastikan status kesehatan pasien serta menentukan perlu tidaknya tes PCR ulang.